Sabtu, 1/04/2025 05:49:00 PM WIB
BirokrasiHeadline

Elon, Relawan di Puncak Talaga Suryan, Berjibaku Cegah Kecelakaan Akibat Rem Blong

Advertisment

 

Elon, seorang relawan dari Dusun Duga, berdiri di tepi jalan dengan ember berisi air yang digunakan untuk mendinginkan rem kendaraan bermotor yang panas di jalur curam Puncak Talaga Suryan, Jumat (4/1/2025). Aksi ini dilakukan sebagai inisiatif pribadi untuk membantu pengendara menghindari kecelakaan akibat rem blong.

KUNINGAN, (BK).-


Jalur menurun di Puncak Talaga Suryan, Kabupaten Kuningan, kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan akibat rem kendaraan yang overheat. Namun, kehadiran Elon, seorang warga Dusun Duga, telah menjadi solusi tak terduga bagi banyak pengendara yang menghadapi masalah tersebut.

Elon, seorang mantan petani, kini mendedikasikan waktunya untuk membantu pengendara dengan cara sederhana menyiram rem motor yang panas menggunakan air.

"Awalnya cuma iseng daripada di rumah nganggur, tapi ternyata banyak yang butuh bantuan," ujar Elon saat ditemui, Sabtu (1/4/2025).

 
Elon menunjuk lokasi jalur curam di Puncak Talaga Suryan yang kerap menjadi tempat kejadian rem blong. Berkat upayanya, sejumlah pengendara berhasil diselamatkan dari risiko kecelakaan.


Setiap hari, Elon memanfaatkan air dari kolam yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi untuk mendinginkan rem kendaraan yang melewati jalur curam itu. Ia mengaku, dalam sehari ini, setidaknya ada tujuh kendaraan yang mengalami rem panas.

“Saya tadi peringatkan pengendara dari Majalengka untuk berhenti, tapi dia ngeyel. Akhirnya remnya blong dan cakramnya sampai keluar api. Untungnya nggak ada korban jiwa,” kata Elon seraya menceritakan salah satu kejadian.

Elon melanjutkan, banyak kecelakaan bisa dicegah jika pengendara mau mengikuti peringatannya. Salah satunya adalah insiden yang terjadi pada pengendara motor Vario 125.

"Kalau dia mau berhenti sebentar, saya bisa bantu siram remnya biar dingin. Tapi dia terus jalan, dan remnya blong di dekat makam," imbuhnya.

Menariknya, aksi mulia ini dilakukan Elon tanpa pamrih. Ia tidak meminta bayaran kepada pengendara.

“Kadang ada yang kasih Rp2.000, itu pun saya terima dengan ikhlas,” ucapnya.

Namun, Elon mengaku prihatin dengan kurangnya pengawasan di jalur tersebut, khususnya bagi kendaraan roda empat. Menurutnya, jalur sempit ini sering digunakan secara tidak semestinya, sehingga memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Saya harap ada pengawasan lebih dari pihak Kepolisian. Linmas di sini nggak punya kewenangan penuh untuk mengatur kendaraan,” tegasnya.

Elon juga mengimbau para pengendara untuk lebih waspada dan mematuhi peringatan di jalur rawan tersebut.

"Keselamatan itu yang utama. Jangan sampai karena buru-buru, malah jadi celaka," tuturnya.

Kehadiran Elon sebagai relawan di jalur menurun Puncak Talaga Suryan menjadi penyelamat bagi banyak pengendara. Dengan alat seadanya, ia terus berupaya memastikan perjalanan pengendara tetap aman.(Apip/BK)